Ramah Tamah.. ...




Assalamu'alaikum :) .... selamat datang di BLOGnya Prihase Kartika Sari....... Kunjungi terus yya,,,n ikuti perkembangannya :D .. ...

Rabu, 19 Oktober 2016

ES KRIM GORENG

Hello..para pembaca. Ini bukan pertama kali saya membuat tulisan, tapi banyak tulisan-tulisan saya yang tidak terekpost oleh media. Jadi sekarang saya mencoba membuat tulisan dan akan diekpost ke media.

Buat kalian yang mempunyai waktu luang banyak sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang berguna dan positif. Khusus untuk kalian yang doyan es krim harus cobain resep unik ini... ES KRIM GORENG!! Hmm...Nyummi.
LANGKAH PERTAMA SIAPKAN ALAT DAN BAHAN :
·         Es krim dengan rasa yang kalian sukai (vanila, strawberry, coklat, mix)
·         Roti tawar tanpa sisi (2 buah)
·         Minyak goreng (secukupnya)
·         Pembungkus plastik gulungan (ukuran15cm*15cm)
          Topping sesuai selera kalia (bisa sticko, oreo, kokocrunch, dll)

LANGKAH KEDUA PROSES :
·         Potong plastik pembungkus sesuai dengan ukuran (15*15), lalu letakkan es krim kesukaan kalian di atas rotinya (roti 1).

·      

Tekuk 4 sisi rotinya ke dalam sehingga membungkus es krimnya ke atas.


         Ambil satu lembar roti tawar (roti ke 2) untuk membungkus es krimnya dengan sempurna (berbentuk bulat).

·         


      Bungkus dengan rapat di plastik pembungkus dan masukkan dalam frezer selama 3 jam atau sampai terasa keras (lebih bagus dibekukan semalaman).

·         


     Panaskan minyak goreng dengan api besar. Saat minyaknya mulai panas, kecilkan apinya. Masukkan bola es krim ke dalam penggorengan (jangan lupa lepaskan plastiknya terlebih dahulu).

·         


      Goreng sampai bola es krim seluruhnya berubah menjadi coklat. Kemudian angkat dan tiriskan minyaknya.




·         Sajikan dengan topping kesukaan kalian.


·      



·        



SELAMAT MENCOBA, DAN SEMOGA BERMANFAAT...
 

Selasa, 18 Oktober 2016

KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN


            Kewirausaan adalah sebuah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan yang sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship berasal dari Bahasa Perancis yang diterjemahkan secara harfiah adalah perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karsa serta karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal.
            Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Terdapat 3 jenis perilaku dari seorang wirausahawan yaitu :
·         Memiliki Kreatifitas Tinggi, jadi seorang wirausahawan harus mampu mengembangkan bakat atau kreatifitasnya untuk membuat suatu produk ataupun ide dan juga dapat mengembangkan suatu produk ataupun ide yang sudah ada dengan lebih baik lagi sehingga dapat memunculkan peluang dalam dunia industri ataupun bisnis.
·         Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi, jadi seorang wirausahawan harus memiliki suatu inovatif agar dapat di terima di kalangan masyarakat luas dengan ide-idenya tersebut.
·         Diterimanya resiko dan kegagalan, jadi dalam setiap mendirika usaha harus menerima resiko apapun yang terjadi dan dapat berjiwa besar dengan kegagalan yang kita dapat karena kegagalan bukan dari akhir segalanya.

            Kunci utama yang paling penting untuk seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Karakteristik Wirausahawan Menurut Mc Clelland :
·         Keinginan untuk berprestasi
·         Keinginan untuk bertanggung jawab
·         Preferensi kepada resiko-resiko menengah
·         Persepsi kepada kemungkinan berhasil
·         Rangsangan oleh umpan balik
·         Aktivitas energik
·         Orientasi ke masa depan
·         Keterampilan dalam pengorganisasian
·         Sikap terhadap uang
Sedangkan, karakteristik wirausahawan yang sukses dengan nAch tinggi :
·         Kemampuan inovatif
·         Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
·         Keinginan untuk berprestasi
·         Kemampuan perencanaan realistis
·         Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
·         Obyektivitas
·         Tanggung jawab pribadi
·         Kemampuan beradaptasi
·         Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

       Tiga buah kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland yaitu  kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow).
  • ·       Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), n-ACH adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu seorang wirausahawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan.Wirausahawan perlu mendapat umpan balik dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut. Misalnya mendapatkan prestasi atau penghargaan top brand award atau best seller record, atau penghargaan-penghargaan lainnya dari berbagai instansi terkait yang menunjukkan bahwa usaha tersebut memiliki prestasi yang tinggi dan bukan sekedar usaha yang biasa-biasa saja.
  • ·         Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afill), Kebutuhan untuk Berafiliasi atau Bersahabat (n-AFILL) Kebutuhan akan Afiliasi adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Wirausahawan merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Misalnya seorang wirausahawan yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Koneksi yang luas, merupakan salah satu hal penting yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan. 
  • ·     Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow), Kebutuhan akan Kekuasaan (n-POW) Kebutuhan akan kekuasaan adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain. Seorang wirausahawan tentunya ingin produknya menjadi nomer 1 dalam bidangnya  tersebut. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa seorang wirausahawan memiliki  kebutuhan untuk berkuasa.


            Dunia industri diperlukan gagasan-gagasan yang lebih inovatif untuk lebih mengembangkan peluang usaha baru. Berikut ini adalah sumber gagasan dalam identifikasi peluang usaha baru :
·    Konsumen, Wirausahawan harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen.
·    Perusahaan yang sudah ada, Wirausahawan harus selalu memperhatikan dan mengevaluasi produk
     atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada serta mencari cara untuk melakukan
     perbaikan penawaran yang sudah ada.
·   Saluran distribusi, Merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka
    dengan kebutuhan akan pasar.
·    Pemerintah, Merupakan sumber pengembangan baru yang terdiri dari 2 cara, yaitu:
  1. melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan sejumlah produk baru dan
  2. melalui peraturan pemerintah terhadap dunia bisnis yang memungkinkan munculnya produk baru.
·  Penelitian dan pengembangan, Penelitian tersebut sering menghasilkan gagasan baru atau
   perbaikan produk yang sudah ada.

            Unsur Dasar Analisa Pulang Pokok, Analisa pulang pokok umumnya tercliri dari refleksi, pembahasan,pertimbangan dan pembuatan keputusan relatif terhadap tuiuh unsur pokok :
•      Biaya tetap, Adalah biaya yang jumlah totalnya tetap dalam kisaran perubahan volume kegiatan tertentu. Besar kecilnya biaya tetap dipengaruhi oleh kondisi perusaha an jangka panjang, teknologi dan metode serta strategi manajemen.
•      Biaya variabel, Adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan
•      Biaya total, Adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi.
•      Pendapatan total, Adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penirralan produk
•    Keuntungan, Adalah jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi   barang yang dijual
•      Kerugian, Adalah iumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari penjualan barang tersebut
•      Titik pulang pokok, Adalah penclapatan total sama dengan biaya totalnya, artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung tidak  rugi.
            Beberapa macam dari bentuk kepemilikan dari suatu badan usaha yang ada. Berikut ini adalah contoh bentuk-bentuk kepemilikan dari badan usaha tersebut.
Perusahaan Perorangan, Perusahaan yang dikelola dan diawasi oleh satu orang. Pengelola memperoleh semua keuntungan, disisi lain menanggung semua risiko yang timbul dalam kegiatan usaha .
Keuntungan :
·      Mudah dibentuk dan dibubarkan
·      Bekerja dengan sederhana
·      Pengelolaannya sederhana
·      Tidak perlu kebijakan pembagian laba
Kerugian :
o  Kemampuan manajemen terbatas
o  Sulit mengikuti pesatnya perkembangan perusahaan
o  Sumber dana hanya terbatas pada pemilik
o  Risiko kegiatan perusahaan ditanggung sendiri
o  Tanggung jawab tidak terbatas   

Firma, Bentuk badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama bersama atau satu nama digunakan bersama. Semua anggota bertanggung-jawab penuh, baik sendiri -sendiri atau bersama-sama terhadap utang perusahaan kepada pihak lain,  kalau perlu dengan seluruh kekayaan pribadi.
Keuntungan :
o   Prosedur pendirian relatif mudah
o   Mempunyai kemampuan finansial yang lebih besar
o  Keputusan yang diambil akan lebih baik, karena  pertimbangan seluruh anggota Firma
Kerugian :
o     Hutang perusahaan ditanggung oleh kekayaan pribadi anggota Firma
o  Kelangsungan hidup perusahaan tidak terjamin sebab bila salah seorang anggota keluar, maka\Firma pun bubar
Perseroan Komanditer (C.V), Persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang (sekutu) yang menyerahkan uangnya untuk dipakai dalam persekutuan sebagai modal perseroan. Sekutu pada perseroan terdiri dari :
Sekutu Komplementer, yaitu orang yang bersedia memimpin pengaturan perusahaan dan bertanggung-jawab penuh dengan kekayaan pribadinya  Sekutu Komanditer, yaitu sekutu yang mempercayakan uangnya dan bertanggung- jawab terbatas pada dana  yang disetornya
Keuntungan :
o   Pendiriannya relatif mudah
o   Modal yang terkumpul lebih banyak
o   Kemampuan untuk memperoleh Kredit lebih besar
o   Manajemen dapat didiversifikasikan
o   Kesempatan untuk berkembang lebih besar
Kerugian :
o   Tanggung jawab tidak terbatas
o   Kelangsungan hidup tidak terjamin
o   Sukar untuk menarik kembali investasinya 

Perseroan Terbatas  (PT / NV), Suatu badan yang mempunyai kekayaan, hak serta kewajiban sendiri yang terpisah dari kekayaan, hak serta kewajiban para pendiri maupun para pemilik.
Keuntungan PT :
o   Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
o   Tanggung jawab terbatas pada modal yang disetor
o  Tidak menimbulkan risiko bagi kekayaan pribadi maupun kekayaan keluarga pemilik
o   Saham dapat diperjual-belikan
o Kebutuhan modal yang lebih besar akan mudah dipenuhi, sehingga memungkinkan perluasan usaha
Kerugian PT :
o   Biaya pendiriann relatif mahal
o   Rahasia tidak terjamin
o   Kurangnya hubungan yang efektif antara pemegang saham

Franchise (waralaba), Adalah suatu perjanjian dimana pemilik bisnis (franchisor)  memperbolehkan pemilik bisnis lain (franchisee)  memakai merk, nama dagang atau hak ciptanya dengan syarat tertentu.Jenis Waralaba : Distributorship (Penyalur Barang), Chain Style Business (Bisnis Gaya Rantai), Manufacturing Agreement (Memproduksi barang)
Keuntungan Warlaba :
o   Gaya pengelolaan yang telah terbukti
o   Nama yang telah dikenal
o   Dukungan dana
Kerugian Waralaba : 
o   Berbagi keuntungan
o   Pengenda keuntungan
           
          Penyediaan sumber daya manusia yang semestinya adalah sangat penting bagi wiraswastawan. Produktivitas pada semua organisasi kewiraswastaan ditentukan oleh bagaimana sumber daya manusia berinteraksi dan bergabung untuk menggunakan sumber daya system manajemen. Faktor-faktor seperti latar belakang, umur, pengalaman yang berhubungan dengan jabatan, dan tingkat pendidikan formal kesemuanya mempunyai peranan di dalam menentukan tingkat ketepatan posisi individu-individu pada organisasi kewiraswastaan.
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
*      Perekrutan karyawan, Penarikan tenaga kerja adalah langkah pertama di dalam menyediakan sumber daya manusia bagi organisasi kewiraswastaan setiap kali terdapat posisi yang kosong.
*      Seleksi calon karyawan, Seleksi tenaga kerja adalah penyaringan awal dari calon sumber daya manusia yang tersedia untuk mengisi suatu posisi. Tujuannya adalah untuk memperkecil hingga jumlah yang relatif  sedikit calon karyawan dari mana seseorang akhirnya akan disewa.
*      Pelatihan karyawan, Pelatihan karyawan adalah keterampilan yang diajarkan pihak perusahaan kepada karyawannya.
*      Penilaian hasil kerja, Penilaian tentang hasil kerja yang telah dilakukan oleh karyawannya, apakah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.
            Pengertian Seleksi adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut. Langkah-langkah dalam melakukan proses seleksi
*      Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
*      Wawancara Pendahuluan
*      Tes Kecerdasan (intelegence)
*      Tes Bakat (Aptitude)
*      Tes Kepribadian (Personality)
*      Rujukan Prestasi (Performance References)
*      Wawancara Dianostik
*      Pemeriksaan Kesehatan
*      Penilaian Pribadi

SUMBER :




Senin, 28 Maret 2016

ENVIRONMENTAL ENGINEERING



INTRODUCTION TO ENVIRONMENTAL ENGINEERING
        Environmental engineering is the application of science and engineering principles to manage and improve the environment. As such, topics discussed in relation to the environment normally include water, air and land resources. Sustainable development aims at providing healthy water, air and land for human habitation, for other organisms to survive, and to remediate polluted sites as well.
       Human interaction with the environment could give rise to an impact on the environment and sometimes is being adversely impacted by pollutants in the environment. A large amount of data will have to be interpreted in the light of the need for sustainable development. As such, environmental engineers will have to be conscious of and find viable ways to cope with such a situation.
        Environmental crisis is a crisis of the senses, imagination, and use of pertinent tools, that guide us in our ways of thinking, developing concepts, and postulating theories. In the context of sustainable development, aspect and impact factors affecting the environment are of prime importance in discussing the future of sustainable development. As such, any decision making process on environmental management must be based on both these factors.

THE ENVIRONMENT
       Simply stated, the environment is one’s surroundings. To the environmental engineer, the word environment may take on a wide definition and requires a global perception. It should not be a narrow definition dealing only with liquid, gaseous or solid materials within a treatment plant reactor, but it should go beyond that.
Global environment comprises the atmosphere, hydrosphere, and lithosphere in which life sustaining resources of the earth are contained. The atmosphere , a mixture of gases extending outward from the surface of the earth, evolved from the elements of the earth that were gasified during its formation and metamorphosis. The hydrosphere consists of oceans, lakes, streams, and shallow groundwater bodies that interflow with surface water. The lithosphere is the soil mantle that wraps the core of the earth.
The biosphere, a thin shell that encapsulates the earth, is made of the atmosphere and lithosphere adjacent to the surface of the earth, together with the hydrosphere. It is within the biosphere that the life forms of earth, including humans, live. Life sustaining materials in gaseous, liquid, and solid forms are cycled through the biosphere, providing sustenance to all living organisms.

PENGANTAR TEKNIK LINGKUNGAN

Teknik lingkungan adalah penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknik untuk mengelola dan memperbaiki lingkungan. Dengan demikian, topik yang dibahas dalam kaitannya dengan lingkungan biasanya meliputi sumber daya air, udara dan tanah. Pembangunan berkelanjutan bertujuan menyediakan air yang sehat, udara dan tanah untuk tempat tinggal manusia, untuk organisme lain untuk bertahan hidup, dan untuk memulihkan situs tercemar interaksi. Manusia dengan lingkungan bisa menimbulkan dampak pada lingkungan dan kadang-kadang sedang terpengaruh oleh polutan di lingkungan. Sejumlah besar data harus ditafsirkan dalam terang kebutuhan untuk pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, insinyur lingkungan akan harus sadar dan menemukan cara yang layak untuk mengatasi seperti krisis situasi. Lingkungan adalah krisis indra, imajinasi, dan penggunaan alat-alat yang bersangkutan, yang membimbing kita dalam cara kita berpikir, mengembangkan konsep, dan mendalilkan teori. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, aspek dan dampak faktor yang mempengaruhi lingkungan adalah yang terpenting dalam membahas masa depan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap proses pengambilan keputusan tentang pengelolaan lingkungan hidup harus didasarkan pada kedua faktor ini.

LINGKUNGAN

Secara sederhana, lingkungan adalah lingkungan seseorang. Untuk insinyur lingkungan, lingkungan kata dapat mengambil definisi yang luas dan membutuhkan persepsi global. Ini tidak harus menjadi definisi yang sempit hanya berurusan dengan bahan cair, gas atau padat dalam reaktor pabrik pengolahan, tetapi harus melampaui lingkungan that.Global terdiri dari atmosfer, hidrosfer, litosfer dan di mana kehidupan mempertahankan sumber daya bumi yang terkandung . Atmosfer, campuran gas memperluas keluar dari permukaan bumi, berevolusi dari unsur bumi yang gasifikasi selama pembentukannya dan metamorfosis. hidrosfer terdiri dari lautan, danau, sungai, dan badan air tanah dangkal yang bersatu dengan air.Permukaan litosfer adalah mantel tanah yang membungkus inti bumi.
Biosfer, kulit tipis yang merangkum bumi , terbuat dari atmosfer dan litosfer berdekatan dengan permukaan bumi, bersama-sama dengan hidrosfer. Ini adalah dalam biosfer bahwa bentuk kehidupan di bumi, termasuk manusia, hidup. Bahan hidup mempertahankan di gas, cair , dan bentuk padat bersepeda melalui biosfer, memberikan rezeki untuk semua organisme hidup.

sumber : Norazian Mohamed Noor. https://unimap.academia.edu/ Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), School of Environmental Engineering, Faculty Member

Jumat, 06 November 2015

Tugas Softskill 2 kel 1

tugas softskill 2 kelompok 1 dapat diakses melalui link di bawah ini :
https://drive.google.com/open?id=0B949IoFSJ6jvOGxFa0dld0JuSG8https://drive.google.com/open?id=0B949IoFSJ6jvOGxFa0dld0JuSG8

Minggu, 27 September 2015

falsafah ilmu pengetahuan, penelitian dan ilmu pengetahuan

BAB I
FALSAFAH ILMU PENGETAHUAN


1.1         PENGERTIAN FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia shopos kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah atau berarti. Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya induk dari segala ilmu pengetahuan. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab), philosophie (Prancis, Belanda dan Jerman), serta philosophy (Inggris). Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (menjadi kata sifat) bisa berarti teman kebijaksanaan (kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan.
Menurut beberapa ahli, filsafat diartikan sebagai berikut :
a.       Phytagoras (572-497 SM) ditahbiskan sebagai orang pertama yang memakai kata philosopia yang berarti pecinta kebijaksanaan (lover of wisdom) bukan kebijaksanaan itu sendiri.
b.      Plato (427-347 SM) mengartikannya sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika.
c.       Aristoteles (382–322 SM) mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran.
d.      Al-Farabi (870–950) mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan hakekat alam yang sebenarnya.
e.       Descartes (1590–1650) mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan tentang tuhan, alam dan manusia.
f.       Immanuel Kant (1724 –1804) mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan. Menurut kant ada empat hal yang dikaji dalam filsafat yaitu: apa yang dapat manusia ketahui? (metafisika), apa yang seharusnya diketahui manusia?(etika), sampai dimana harapan manusia? (agama) dan apakah manusia itu? (antropologi)
Ilmu berasal dari bahasa Arab: ‘alima, ya’lamu, ‘ilman yang berarti mengetahui, memahami dan mengerti benar-benar. Dalam bahasa Inggris disebut Science, dari bahasa Latin yang berasal dari kata Scientia (pengetahuan) atau Scire (mengetahui). Sedangkan dalam bahasa Yunani adalah Episteme (pengetahuan). Dalam kamus Bahasa Indonesia, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang tersusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang itu (Kamus Bahasa Indonesia, 1998). Filsafat Ilmu merupakan bagian dari Epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengtahuan ilmiah). Encyclopedia of Philosophy, pengetahuan didefinisikan sebagai kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Menurut Sidi Gazalba, pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan mengetahui. Mengetahui itu hasil kenal, sadar, insaf, mengerti, benar dan pandai. Binatang pun mempunyai pengetahuan, tetapi hanya sekedar atau terbatas untuk melangsungkan hidup (tujuan survival).

1.2         HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT DAN ILMU PENGETAHUAN
Dalam sejarah filsafat Yunani, filsafat mencakup  seluruh  bidang ilmu pengetahuan. Lambat laun banyak ilmu-ilmu khusus yang melepaskan diri dari filsafat. Meskipun demikian, filsafat dan ilmu pengetahuan masih memiliki hubungan dekat. Sebab baik filsafat maupun ilmu pengetahuan sama-sama pengetahuan yang metodis, sistematis, koheren dan mempunyai  obyek material dan formal. Yang membedakan diantara keduanya adalah: filsafat mempelajari seluruh  realitas, sedangkan ilmu pengetahuan hanya mempelajari satu realitas atau bidang tertentu. Filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan. Dia memberi sumbangan dan peran sebagai induk yang melahirkan dan membantu mengembangkan ilmu pengetahuan hingga ilmu pengetahuan itu itu dapat hidup dan berkembang. Filsafat membantu ilmu pengetahuan untuk bersikap rasional dalam mempertanggungjawabkan ilmunya. Pertanggungjawaban secara rasional di sini berarti bahwa setiap langkah langkah harus  terbuka terhadap segala pertanyaan dan sangkalan dan harus dipertahankan secara argumentatif, yaitu dengan argumen-argumen yang obyektif (dapat dimengerti secara intersuyektif).

1.3         MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN
Kemajuan yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dalam beberapa dasawarsa terakhir ini serta keberhasilan menerapkan pandangan-padangan dan temuan-temuannya, bukan hanya memperluas cakrawala dan memperdalam kepemahaman manusia mengenai alam semesta, tetapi juga telah meningkatkan kemampuan kontrol manusia atas daya-daya alam bahkan atas kesadaran manusia lainnya. Kemajuan ilmu pengetahuan telah memberikan kepada manusia kekuasaan yang semakin besar atas realitas. Sekalipun demikian, tidak dapat disangkal bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi membawa juga bersamanya berbagai problem baru yang memprihatinkan yang menuntut kehendak sungguh-sungguh untuk menyelesaikannya, serta seringkali tidak dapat ditunda. Dalam keadaan demikian orang cenderung kembali mencari jawaban atas problem yang dihadapinya di dalam ilmu pengetahuan lagi. Sesuatu yang wajar dan alamiah. Kedahsyatan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia membawa kecenderungan berpikir bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menyelesaikan segala-galanya. Padahal terlalu sering terjadi bahwa problem yang ditimbulkan oleh penerapan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi dalam kehidupan manusia sehari-hari bukanlah problem-problem teknis ilmiah, melainkan problem yang mempunyai kandungan moral. Pengalaman menunjukkan bahwa manusia cenderung terlambat dalam hal ini. Hampir selalu isu moral yang sesungguhnya melekat ke penerapan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi baru disadari setelah ada dampak yang buruk terhadap kehidupan.
Di sinilah kita yang berasal dari dunia pendidikan, khususnya yang terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, berhadapan dengan sebuah kenyataan mengenai betapa penting memahami hakikat ilmu pengetahuan yang sesungguhnya, kemungkinan-kemungkinan yang dimunculkan tetapi juga keterbatasannya, serta peran dalam masyarakat. Dengan pemahaman ini, maka ketika ilmu pengetahuan dan metodenya diperkenalkan ke masyarakat baik melalui pendidikan formal maupun non-formal, kita selalu dapat berangkat dari titik yang paling dasar: ilmu pengetahuan adalah buah karya manusia demi kemanusiaan itu sendiri.

1.4         KELAHIRAN ILMU PENGETAHUAN MODERN
Michelet, sejarahwan terkenal, adalah orang pertama yang menggunakan istilah renaisans. Para sejarahwan biasanya menggunakan istilah ini untuk menunjuk berbagai periode kebangkitan intelektual, khususnya di Eropa, dan lebih khusus lagi di Italia sepanjang abad ke-15 dan ke-16. Agak sulit menentukan garis batas yang jelas antara abad pertengahan, zaman renaisans, dan zaman modern. Bisa dikatakan abad pertengahan berakhir tatkala datangnya zaman renaisans. Sebagian orang menganggap bahwa zaman modern hanyalah perluasan dari zaman renaisans.
Renaisans adalah periode perkembangan peradaban yang terletak di ujung atau sesudah abad kegelapan sampai muncul abad modern. Renaisans merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu. Ciri utama renaisans yaitu humanisme, individualisme, sekulerisme, empirisisme, dan rasionalisme. Sains berkembang karena semangat dan hasil empirisisme, sementara Kristen semakin ditinggalkan karena semangat humanisme. Zaman modern ini sebenarnya sudah terintis mulai dari abad 15 M. Tetapi, indikator yang nyata terlihat jelas pada abad 17 M dan berlangsung hingga abad 20 M. Hal ini ditandai dengan ditandai dengan adanya penemuan-penemuan dalam bidang ilmiah. 
Menurut Slamet Iman Sontoso, dalam buku yang disusun oleh Tim Dosen Filsafat Ilmu UGM (2001:79) ada tiga sumber pokok yang menyebabkan berkembangnya ilmu pengetahuan di Eropa dengan pesat, yaitu hubungan antara kerajaan Islam di Semenanjung Liberia dengan negara Perancis, terjadinya Perang Salib dari tahun 1100-1300, dan jatuhnya Istambul ke tangan Turki pada tahun 1453. Ilmuwan pada zaman ini membuat penemuan dalam bidang ilmiah. Eropa yang merupakan basis perkembangan ilmu melahirkan ilmuwan yang populer. Zaman modern di tandai dengan berbagai penemuan dalam bidang ilmiah. Perkembangan ilmu pengetahuan pada zaman modern sesungguhnya sudah di rintis sejak zaman Renaissance. Tokoh yang terkenal sebagai bapak filsafat modern adalah Rene Descartes. Rene Descartes juga sebagai ilmu pasti. Penemuannya dalam ilmu pasti adalah system koordinat yang terdiri atas dua garis lurus X Dan Y dalam bidang datar. Isaac Newton dengan temuannya teori grafitasi. Charles Darwin dengan teorinya struggle for live ( Perjuangan untuk hidup ). J.J Thompson dengan temuannya electron. bahwa perkembangan ilmu pada zaman modern sangatlah pesat di awali dari zaman Renaisans. Zaman renasains yang merupakan era sejarah yang penuh dengan kemajuan dan perubahan yang mengandung arti bagi perkembangan ilmu yaitu dengan munculnya ilmuan – ilmuan seperti Nicolaus Copernicus (1473-1543 M), Johanes Kepler (1571-1630 M), Galileo Galilei (1564-1643 M), dan Francis Bacon (1561-1626 M). Pada zaman modern ini melahirkan banyak sekali ilmuan – ilmuan besar dalam bidangnya seperti Rene Descrates, Carles Darwin, Isaac Newton serta Joseph John Thomson. Perkembangan ilmu pada modern telah banyak melahirkan ilmu seperti taksonomi, ekonomi, kalkulus, dan statistika, pharmakologi, geofisika, geomophologi, palaentologi, arkeologi, dan sosiologi. Pada tahap selanjutnya, ilmu-ilmu zaman modern memengaruhi perkembangan ilmu zaman kontemporer.



BAB II
PENELITIAN DAN ILMU PENGETAHUAN


2.1     PENGERTIAN PENELITIAN ILMIAH
Pembahasan dilanjutkan dengan memberikan suatu pengertian, serta beberapa karakteristik dari metode ilmiah. Metode ilmiah perlu diketahui karena ini merupakan prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang disebut dengan ilmu/pengetahuan ilmiah. Beberapa peneliti mempunyai pendapat bahwa suatu penelitian itu harus dilakukan secara ilmiah. Untuk itu perlu diketahui beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar suatu penelitian dikatakan suatu penelitian ilmiah. Paradigma penelitian merupakan kerangka berpikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan sosial dan perlakuan peneliti terhadap ilmu atau teori. Paradigma penelitian juga menjelaskan bagaimana peneliti memahami suatu masalah, serta kriteria pengujian sebagai landasan untuk menjawab masalah penelitian.
Ada beberapa definisi penelitian yang telah dikemukan oleh beberapa ahli, antara lain:
a.       Penelitian adalah investigasi yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis dari suatu proposisi hipotesis mengenai hubungan tertentu antarfenomena (Kerlinger, 1986: 17-18).
b.      Penelitian merupakan refleksi dari keinginan untuk mengetahui sesuatu berupa fakta-fakta atau fenomena alam. Perhatian atau pengamatan awal terhadap fakta atau fenomena merupakan awal dari kegiatan penelitian yang menimbulkan suatu pertanyaan atau masalah (Indriantoro & Supomo, 1999: 16).
c.       Penelitian pada dasarnya merupakan penelitian yang sistematis dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan yang bemanfaat untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah dalam kehidupan seharihari (Indriantoro & Supomo, 1999: 16).
d.      Pengertian atau definisi penelitian bisnis secara khusus juga dikemukakan. Mereka mengatakan bahwa penelitian bisnis adalah suatu proses sistematis dan obyektif yang meliputi pengumpulan, analisis data untuk membantu pengambilan keputusan bisnis (Zikmund, 2000: 5).
e.       Suatu penelitian sistematis yang memberikan informasi untuk menuntun keputusan bisnis (Cooper & Emory, 1995: 11).
Penelitian ilmiah berfokus pada metode yang kokoh untuk mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan yang valid. Penelitian ilmiah bersifat lebih obyektif karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman dan intuisi peneliti semata yang bersifat subyektif. Penelitian ilmiah melibatkan theory construction dan theory verification. Kontruksi teori merupakan suatu proses untuk membentuk struktur dan kerangka teori yang akan digunakan untuk mengembangkan suatu hipotesis yang relevan dengan struktur teorinya. Selanjutnya dengan menggunakan fakta, maka hipotesis tersebut diuji secara empiris.

2.2     HUBUNGAN PENELITIAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN
Hubungan Ilmu dan penelitian • Almack (1960) Hubungan ilmu dan penelitian adalah seperti hasil dan proses. Hakikat ilmu pengetahuan yaitu mencari “kebenaran ilmiah” adalah juga menjadi hakikat penelitian ilmiah. Hal ini menyebabkan semua penelitian tidak dapat melepaskan diri dari dasar falsafah ilmu pengetahuan.

2.3     LANGKAH-LANGKAH PENELITIAN ILMIAH
Hakikat ilmu pengetahuan yaitu mencari “kebenaran ilmiah” adalah juga menjadi hakikat penelitian ilmiah. Hal ini menyebabkan semua penelitian tidak dapat melepaskan diri dari dasar falsafah ilmu pengetahuan.
a.       Mengidentifikasi, memilih dan merumuskan masalah
Adalah mencari masalah yang paling relavan dan menarik untuk diteliti. Masalah dapat dicari melalui pancaindera yaitu pengamatan, pendengaran, penglihatan, perasaan dan penciuman. Sumber masalah dapat diperoleh dari bacaan yang berisi laporan penelitian, seminar, pernyataan pemegang otoritas, pengamatan sepintas, pengalaman pribadai dan perasaan intuitif. Dalam mengidentifikasi masalah biasanya dijumpai lebih dari satu masalah dan tidak semua masalah layak diteliti. Oleh sebab itu perlu diadakan pembatasan masalah. Setelah masalah diidentifikasi dan dibatasi, selanjutnya masalah tersebut dirumuskan dalam kalimat tanya.
b.      Penyusunan kerangka pemikiran
Adalah konstruksi berfikir yang bersifat logis dengan argumentasi yang konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun. Cari teori dan konsep yang relavan untuk dijadikan landasan teoritis dalam penelitian.
c.       Perumusan hipotesa
Adalah jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang jawabannya harus diuji. Hipotesis dirangkum dari kerangka kesimpulan teoritis.
d.      Menguji hipotesis secara empirik
Untuk membuktikan apakah teori-teori tersebut teruji secara menyakinkan atau tidak berdasarkan hasil uji fakta-fakta secara empirik.

Sumber referensi :
·         FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN. Oleh: Dr. Slamet Ibrahim S. DEA. Apt. Sekolah Farmasi ITB. 2008